Sinopsis "Beautiful Gong Shim" (Mei 2016)

Akhir pekan ini, tepatnya pada tanggal 16 dan 17 Juli 2016 menjadi momen dimana para pecinta drama Korea “Beautiful Gong Shim” harus siap-siap menyaksikan akhir dari drama kesayangan mereka. Sejak ditayangkan pada 14 Mei 2016 lalu, drama hasil besutan sutradara Baek Soo-chan ini lumayan diminati, meski tidak menjadi drama dengan rating tertinggi.

SBS menghadirkan drama komedi romantis ini dengan penuh percaya diri. Terbukti, banyak netizen yang berharap bahwa SBS akan melanjutkannya menjadi beberapa episode lagi. Namun, harapan mereka tak mungkin terwujud karena tidak ada tanda-tanda akan ada perpanjangan episode.

Drama yang juga dikenal dengan judul “Dear Fair Lady Kong Shim” ini menghadirkan dua kakak beradik yang punya kepribadian dan penampilan fisik yang berbeda. Si kakak, Gong Mi sangat cantik, cerdas dan berbakat. Sedangkan si adik, Gong Shim punya hati yang mulia meski wajahnya tak serupawan sang kakak.

Kehidupan mereka sedikit berubah saat dua pria masuk ke dalam kehidupan mereka. Yang satu adalah pria sederhana bernama Ahn Dae-tae, dan satu pria lagi adalah pria kaya raya dan super tampan, yang merupakan anak konglomerat. Mereka menjadi tokoh dalam cerita cinta yang unik dan sulit ditebak.

 

 

Yang menarik, adalah bagaimana dua karakter kakak dan beradik tersebut menunjukkan karakter kebanyakan orang, yang sering sekali tak tampak dalam drama Korea, dimana tokoh utama selalu gadis manis dan berhati mulia. Si pria juga punya karakter yang jujur, namun urakan, tidak suka basa-basi dan tidak jaga image.

Ia punya sepupu yang berasal dari keluarga kaya raya, Seok Joon-soo, meski mereka tidak tahu kalau sebenarnya mereka berdua punya hubungan keluarga. Mereka berdua sangat rukun, kendati punya kepribadian yang berbeda, dan perlakuan yang berbeda dari banyak orang. Sama halnya dengan Gong-mi, si cantik yang jauh lebih disayang daripada Gong Shim.

Kalau Gong-mi bisa bekerja kantoran, Gong-Shim ‘hanya’ bekerja di pom bensin. Gong-mi juga tidak bisa berkata ‘TIDAK’ dan sering mengalah dengan karyawan pria. Hal ini berbeda dengan Gong-Shim yang tak punya beban untuk menolak apapun yang tidak membuatnya nyaman.

Tetapi, tentu saja, Gong-mi yang tetap menjadi ‘ratu’ di rumah. Ia adalah kesayangan kedua orang tua mereka berdua. Sedangkan Gong-Shim, tidak akan pernah benar, sekeras apapun upayanya untuk menyenangkan orang tua. Meski tampak tak masuk akal, namun hal seperti ini kerap terjadi di dunia nyata. Bukan berarti Gong-Shim dianaktirikan, tetapi sang orang tua selalu mengutamakan keinginan hati Gong-Mi.

 

 

Gong-Shim yang tak pernah punya keinginan untuk berburuk hati, memiliki cinta sepenuhnya dari Ahn Dae-tae, dimana pria ini tidak pernah sekalipun menghakiminya dan menerima dia apa adanya. Hal yang sama dirasakan oleh Dae-tae, yang selalu terhibur dengan kehadiran Gong-shim yang membuatnya sejenak lupa akan masalah keluarga.

Tentu, ada beberapa episode yang sedikit ‘mengesalkan’ dan klise, dimana hubungan mereka yang terlihat ideal, akhirnya mengalami putus-sambung. Bagaimana nanti akhir hubungan mereka, pastinya baru dapat diketahui oleh pemirsa di dua episode akhir, di hari Sabtu dan Minggu, 16 dan 17 Juli.

Menginjak awal Juli, cerita semakin seru karena dua sepupu, yang sebelumnya bersahabat, berubah menjadi seteru berat. Ahn Dae-tae menuduh sepupunya itu sebagai pembunuh ayahnya karena ia sepupunya itu berlari keluar dari rumah sakit. Saat itu ayahnya baru sadar dari koma, dan alat penopang jantung dimatikan. Padahal, Yeom Jae-cheol adalah pelakunya, karena ayah Ahn Dae-tae mengetahui semua rahasia Jae-cheol.

 

 

Perseteruan ini memecah hubungan mereka yang dulunya erat. Meskipun hubungan asmara Dae-tae dan Gong-Shim cukup menghibur pemirsa, tetapi rasa dendam Dae-tae yang berujung dengan keinginan membalas dendam kepada keluarga Joon-soo membuat pemirsa penasaran ingin membuat Dae tae tahu bahwa Joon-soo tidak bersalah.

Pemirsa juga dibuat gemas karena Joon-soo tak sesegera mungkin mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi, karena ia memilih lari dari kenyataan dan menghindar dari sepupunya itu.

Dari 18 episode yang sudah ditayangkan, acungan jempol patut diberikan kepada Minah. Sebagai Gong-shim, dia tampil memukau. Ia tak takut terlihat ‘culun’. Bagaimana dengan Namgoong Min? Tak terlalu buruk, meski tak juga terlihat mempesona.

Sedangkan Seo Hyo-rim juga tampil bagus sebagai Gong-mi, meski sebenarnya peran yang disandangnya tak terlalu menantang. Hal serupa juga dialami oleh On Joo-wan. Tak terlalu butuh akting prima untuk menjadi tokoh protagonis yang tampan dan baik hati, bukan? 

Secara keseluruhan, drama ini cukup menghibur dan bisa menjadi tontonan yang menyenangkan untuk mengusir sepi di akhir pekan. Kita harapkan saja ada kejutan di penghujung episode, karena terkadang kita juga butuh drama Korea yang tidak ‘mainstream’ atau ‘biasa-biasa saja’.