Sinopsis "Bells Ring" (Juli 2016)

Drama Korea terbaru “Bells Ring” menghadirkan sesuatu yang berbeda, dimana sang sutradara, Kwon Seong-gook, mengangkat isu tentang kekerasan pada anak yang ternyata makin marak terjadi, di berbagai belahan bumi. Tak terkecuali di Korea Selatan. Hampir sama dengan di Indonesia, kekerasan kepada anak justru sering dilakukan oleh orang terdekat, terutama orang tua.

Bells Ring” memang bukan berdasar kisah nyata, namun diangkat dari web-drama yang cukup diminati oleh para netizen. Belum jelas, kapan drama ini akan ditayangkan, namun silakan menantikan drama yang akan dibintangi oleh Kang In, Soo jin, dan Han Bo-reum. Mereka terlibat dalam suatu pemecahan masalah yang sangat rumit, dimana kasus kekerasan dan penelantaran anak menjadi sangat sering mereka tangani.

Daya tarik drama ini mungkin bukan hanya dari tema cerita, yang jarang diangkat menjadi topik dalam K-drama, dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Karena itulah, “Bells Ring” bakal menjadi drama yang memikat, karena kasus kekerasan dan penelantaran kepada anak selalu menjadi berita terhangat di Korea selama beberapa tahun terakhir ini.

Meski penanganan dalam hal hukum sudah cukup maksimal, namun masih saja ada kasus baru yang bermunculan, bahkan meskipun kasus tersebut sebenarnya sudah terjadi beberapa tahun silam.

 

Drama ini menghadirkan beberapa fakta menarik tentang mengapa banyak kasus kekerasan pada anak dan penelantaran sering muncul di permukaan, setelah terjadi beberapa tahun silam. Di Korea Selatan, banyak orang tua menganggap bahwa penelantaran anak adalah aib yang harus ditutupi. Saat ada seseorang yang mengungkapnya, maka akan ada ancaman dari pelaku, sehingga terjadilah hambatan dalam pemecahan kasusnya.

Terlebih, pemerintah Korea Selatan juga berusaha menutupi maraknya kasus yang terjadi, sehingga hal ini tidak sampai bocor ke telinga bangsa lain. Hal ini, termasuk kasus kekerasan pada anak secara masal yang terjadi selama satu dekade yakni tahun 70an hingga 80an, yang terjadi di sebuah wisma bernama ‘Brothers’. Meski sudah tinggal kenangan, namun trauma psikis masih dirasakan para mantan penghuni wisma tersebut, yang kini sudah menginjak usia 40an.

Nah, kembali ke “Bells Ring”. Memang, tidak akan ada adegan kekerasan berlebihan karena fokus drama ini adalah pemecahan masalah tentang kasus kekerasan pada anak yang seharusnya makin berkurang, seiring dengan berkembangnya tingkat pendidikan dari orang tua. Sebaliknya, tingkat pendidikan ternyata tidak dapat menjamin orang tua untuk tidak melakukan kekerasan. Hasil temuan menyatakan bahwa tingkat perekonomian ternyata memiliki pengaruh besar dalam hal ini.

 

 

Pemeran utama dari drama ini adalah Han Bo-reum, dimana ia berperan sebagai Soo-jin, seorang penulis naskah drama berbakat. Soo-jin memiliki masa lalu yang kelam karena menjadi korban kekerasan. Namun, penderitaannya di masa kecil tak menghalanginya untuk menjadi seorang penulis naskah. Itupun tak mudah, karena tak mungkin seseorang bisa dengan mudah melupakan masa kecil yang sangat buruk.

 

Coba kita bayangkan, bagaimana kita sangat senang mengingat masa kecil kita yang menyenangkan. Bagaimana mungkin, masa lalu buruk tidak akan memengaruhi seseorang hingga ia dewasa. Soo-jin bisa bangkit karena dukungan dan kasih sayang dari Dong-woo, seorang psikolog lembut hati yang dapat membuat Soo-jin kembali percaya diri. Dong-woo diperankan oleh Kang-in.

Namun, cerita ini tidak sesimpel dukungan seorang pria kepada seorang wanita, dan membuat keduanya saling jatuh cinta. Ternyata, masalah tak berhenti sampai disitu. Masih ada konflik yang disebabkan oleh adik dari Soo-jin, yakni Soo-hyeon.

Meski demikian, banyak kritikus menganggap bahwa “Bells Ring” tak terlalu menarik. Memang, topik yang diangkat jarang sekali menjadi tema drama, tetapi pada intinya, hubungan asmara antara seseorang yang saling membutuhkan.

 

 

Apalagi, drama ini akan dibintangi oleh Kang In, anggota boyband Super Junior. Tanpa meremehkan kemampuan aktingnya, beberapa drama yang dibintangi Kang In juga tak terlalu populer. Tidak dapat dipungkiri, ia punya banyak penggemar karena tampang dan popularitasnya di band Super Junior. 

Tetapi, penghargaan yang ia terima adalah penghargaan di bidang musik, dan bukan dari drama-drama yang ia bintangi. Tetapi, mungkin aktingnya kali ini sudah lebih matang, karena ia memang sudah tampil di layar kaca sejak 2002, meski lebih sering memerankan diri sendiri.

Sedangkan Han Bo Reum juga bukanlah ‘wajah lama’. Penampilannya di layar kaca dan layar lebar bisa dihitung dengan jari. Sebelum drama ini, ia tampil dalam drama “All Is Well,” yang baru saja usai proses syuting di awal 2016, dan juga acara “Happy Together”di KBS.

Justru, peran antagonis sebagai Soo Hyun yang akan menjadi daya tarik drama ini. Alasannya tentu karena kehadiran sang aktris senior Kim Jae In. Pengalamannya di film layar lebar justru ia mulai pada 1999.

Kita tunggu saja bagaimana kolaborasi ketiga pemeran utama di atas. Rencananya, drama Korea terbaru ini juga bisa dinikmati melalui platform online dan mobile phone, di bulan awal pekan bulan Juli 2016.