Sinopsis "Drinking Solo" (8 Agustus 2016)

Mungkin kamu sempat bingung, apa judul sebenarnya drama Korea terbaru 2016 ini? Beberapa situs hiburan menulis review drama “Drinking Solo”, dan situs lainnya menyebut bahwa judul drama ini adalah “Drinking Alone”. Karena bahasa asli Korea berarti ‘menikmati minuman sendirian’, maka versi bahasa Inggrisnya adalah “Drinking Solo” atau “Drinking Alone”. Tetapi, banyak yang lebih familiar dengan judul “Drinking Solo”

Ha Seok-jin dan Park Ha-seon untuk pertama kalinya berkolaborasi dalam drama berjudul "Drinking Solo". Ditayangkan di tvN, sebanyak 16 episode, "Drinking Solo" dihadirkan sebagai K drama pengisi waktu bersama keluarga, dimana ceritanya unik dan menggelitik, sehingga dapat dinikmati oleh segala usia. Dengan genre yang lebih kental ke arah komedi, latar belakang drama ini adalah sebuah akademi di Noryangjin.

Dua pemeran utama tersebut diatas berperan sebagai dosen. Yang satu dosen senior, dan satunya lagi adalah dosen baru lulus dari magang. Keduanya bertampang lumayan, tetapi juga sama-sama cerdas. Namun, dua orang ini sama-sama tidak puas dengan pekerjaan mereka.

Tentu saja, ada kisah asmara di antara keduanya, meski sebelumnya kesombongan sang guru senior sempat menutupi keinginannya untuk mengungkapkan cinta kepada sang guru baru itu.

 

Sang sutradara, Choi Gyoo-sik mengungkapkan bahwa drama ini merupakan sesuatu yang lazim terjadi di dunia nyata. Karena itu, ia yakin bahwa “Drinkin Solo” pasti disuka oleh banyak pemirsa, terutama mereka yang sudah menggeluti berbagai macam pekerjaan dan tidak puas dengan pekerjaan mereka.

Dalam drama Korea terbaru ini, diperlihatkan bahwa dua tokoh utama disini selalu ingin mencari pekerjaan yang lebih baik dengan gaji yang lebih layak. Namun, semuanya tak seindah kisah drama yang sering mereka saksikan.

Bisa dibilang, Gyoo-sik sangat cermat dalam memilih aktor dan aktris yang berperan dalam drama ‘versi minum’ seperti layaknya drama ‘versi makan’ “Let’s Eat” yang pertama dan kedua. Ha Seok-jin adalah spesialis drama layar kaca. Sejak debutnya pada tahun 2005, tercatat lebih dari 20 drama dalam kurun waktu sepuluh tahun hingga kini. Namun, ia hanya membintangi empat film saja di tahun 2006 hingga 2008.

Bisakah kamu bayangkan bagaimana tampang innocent Ha Suk-jin yang harus berubah menjadi guru yang arogan, meski tak ada satupun siswi yang membencinya. Ia juga punya kebiasaan minum minuman keras sendirian, sekedar untuk menghilangkan stres.

 

 

Menariknya, Ha Seok Jin bukanlah satu-satunya aktor yang bisa ‘dilihat’. Nama Hwang Woo Seul-hye pasti sangat dinantikan, dimana ia berperan sebagai guru bahasa Inggris idola siswi-siswi sekolah. Ia juga menyukai Park Ha-sun, si guru baru, dan sering sekali membelikannya minum.

Satu lagi alasan mengapa drama “Drinking Solo” ini bisa menjadi drakor untuk ‘cuci mata’ adalah kehadiran Key. Pentolan grup SHINee ini berperan sebagai seorang siswa yang selalu berjuang untuk bisa lulus ujian. Ia adalah anak konglomerat, tetapi ia menyamar menjadi siswa yang biasa-biasa saja, dan dapat menyesuaikan diri dengan gaya hidup murid-murid lainnya di sekolah.

Setelah puas cuci mata, kamu pun masih bisa tertawa terbahak-bahak melihat ulah Gong Myung. Masih ingat aktor kocak ini kan? Ia tampil memikat di K drama terbaru “Entertainer”, dan disini ia akan berperan sebagai adik Ha Seok-jin. Karakter yang berbeda 180 derajat dari sang kakak membuatnya menjadi figur yang paling dinanti dalam drama ini. Ia memang sudah lulus kuliah.

 

 

 

Tapi, ia tak punya tujuan hidup. Jangankan tujuan hidup, keinginan untuk belajar saja tak punya. Karena itulah, ia selalu dipaksa oleh sang ibu, dimana sang ibu selalu membanding-bandingkannya dengan si kakak, yang memiliki cara berpikir yang matang.

Tentu saja, “Drinking Solo” sangat menghibur. Apalagi, banyak sekali adegan yang menunjukkan realita yang terjadi di dunia kampus. Kalau biasanya kita melihat drama Korea dimana para mahasiswa seolah tak punya beban dan nongkrong di café-café sembari ngerumpi dan ‘cuci mata’.

Bukankah kita sering sekali melihat tayangan-tayangan serupa, baik di drama Korea maupun drama lokal? Pernahkah kita berpikir bahwa kehidupan perkuliahan yang sesungguhnya, dimana mahasiswa dituntut untuk menjadi lulusan yang berkualitas, perlu belajar keras hingga jarang sekali bisa setiap saat bersenang-senang?

Karena itulah, kita bisa melihat bagaimana kualitas dari sang sutradara pada khususnya. Terlebih, saat kita melihat drama yang pernah ia hasilkan sebelumnya, yakni “Let’s Eat” dan “Let’s Eat 2”.

 

 

Dua drama tersebut memberi kesan mendalam kepada kita, dimana kita ikut hanyut ke dalam isi cerita. Selain menghibur, dua drama tersebut memberi kesan bahwa kehidupan di dunia nyata tak selalu indah seperti layaknya kehidupan para tokoh utama di opera sabun.

Tetapi, tidak banyak pemirsa yang suka dengan drama yang natural dan menonjolkan fakta kehidupan. Jika kamu tipe orang yang lebih suka drama remaja dengan unsur romansa kental, dimana seorang gadis berhasil menemukan pria idaman yang keren nan romantis, mungkin “Drinking Solo” ini tidak akan memuaskanmu.

Namun, jika kamu penyuka drama yang lebih mengutamakan kisah-kisah pahit tapi mengesankan, “Drinking Solo” adalah drama yang wajib kamu tonton.

"Drinking Solo" akan menggantikan drama Korea terbaru “Bring It On, Ghost”, yang ditayangkan di tvN pada hari Senin dan Selasa, pukul 23:00 waktu Korea Selatan.