Drama Korea Terbaru 2017 "Happiest Time of My Life"

Setelah menjalani peran serius dalam “K2”, kali ini Ji Chang-wook akan kembali menghiasi layar kaca kita melalui drama “Happiest Time of My Life”. Sempat dikabarkan bahwa Chang-wook langsung menanggapi tawaran ini secara positif, sebelum akhirnya dia langsung menerimanya.

Rupanya, Ji Chang-wook tak ingin dianggap sebagai aktor yang hanya bisa berperan dalam genre tertentu. Terbukti, ia selalu menjajal semua drama dengan berbagai macam karakter. Setelah menjadi ‘jagoan’ di “K2”, kini ia menjadi tokoh protagonis dalam drama yang ‘sepertinya’ berbau romansa.

Maklum, penulis naskah dari drama korea terbaru 2017 “Happiest Time of My Life” adalah Choi Ho-chul, penulis naskah yang sama dari drama “Secret”. Memang, ada drama yang tak terlalu ‘melankolis’ yang ditulisnya, yakni “Mask”. Bagi mereka yang tak terlalu suka drama dengan unsur melankolis, mungkin “Happiest Time of My Life” tak akan mengecewakan. Biasanya, Choi Ho-chul gemar menghadirkan drama dengan plot dramatis dengan alur cepat, tak bertele-tele, namun juga penuh dengan hal-hal tak terduga.

 

 

Ji Chang-wook sendiri sempat dikritik karrena aktingnya di “K2”. Bagi beberapa orang, perannya terlalu ‘berlebihan’ sebagai jagoan. Dalam drama itu, ia memang jagoan yang tak pernah kalah. Dan, bisa jadi, kemampuan aktingnya tak terlalu kentara karena ia lebih banyak beraksi ketimbang berdialog.

Melalui “Happiest Time of My Life”, Chang-wook punya kesempatan besar untuk menunjukkan bahwa ia punya talenta akting yang luar biasa. Memang, ia sudah punya bekal untuk bermain dalam drama atau film, yakni kemampuan bela diri dari Jepang, Brazil dan bahkan Rusia, bahkan ia juga tak perlu pemeran pengganti saat melakukan adegan berbahaya.

Chang-wook sendiri mengakui bahwa “K2” bukanlah proyek terbesarnya. Ia merasa bahwa ia belum menunjukkan akting yang sebenarnya. “Masa depan saya masih panjang dan banyak drama dengan genre berbeda yang harus saya coba,” katanya, seperti yang dilansir dari dramabeans.com.

 

Sebenarnya, Chang-wook bukannya tak banyak pengalaman dalam drama non-action. Ia juga pernah dipercaya dalam drama-drama klasik macam “Empress Ki” dan” Warrior Baek Dong-soo”. Selain itu, ia juga mendapat peran cukup lumayan, meskipun bukan peran utama dalam ”Healer” dan “Smile, Dong-hae”.  

Berarti Chang-wook masih sangat selektif dalam memilih naskah drama yang akan ia perankan. Jika sebelumnya ia menerima tawaran bermain drama dari beberapa sutradara ternama, kali ini ia yakin bahwa Choi Ho-chul, dapat diandalkan.

Padahal, sebagai penulis naskah, Choi Ho-chul belumlah banyak pengalaman. Ia baru menulis tiga naskah drama. Dimulai dari “Secret Love” di tahun 2013, dimana naskah tersebut diangkat dalam sebuah drama setelah memenangkan "Excellence Award" di lomba kontes naskah terbaik yang diselenggarakan oleh KBS.

 

Tahun lalu, naskah Choi Ho-chul untuk drama “Mask” juga cukup lumayan, meski banyak kritikus drama menganggap bahwa drama ini berakhir anti-klimaks. Seperti biasa, para tokoh protagonis bersatu dan merayakan kebahagiaan mereka setelah mengalami cobaan bertubi-tubi. Sedangkan tokoh antagonis berakhir dengan nestapa karena ulah mereka, bahkan ada pula yang menjemput ajal karena cinta buta.

Sinopsis “The Happiest Time of My Life” mungkin saja akan berakhir sama. Banyak pihak menebak bahwa drama ini akan menghadirkan romansa dua insan, yang berakhir bahagia setelah melalui berbagai macam cobaan.

Semoga saja, kisah “The Happiest Time of My Life” tak sesederhana itu, meski kebanyakan pecinta K-drama selalu berharap adanya akhir yang bahagia bagi para tokoh utamanya. Namun, tak sedikit yang menginginkan tayangan drama yang berakhir ‘mengejutkan’, bahkan dengan ‘sad ending’ karena lebih terkesan ‘wajar’ dalam kehidupan sehari-hari.