Drama Korea Terbaru "Ms. Temper and Nam Jung-gi" (2016)

 

Drama Korea terbaru yang memiliki 16 episode ini sebelumnya berjudul "Bad Tempered Grown-ups". Sesuai dengan judulnya, pemirsa bisa menebak bahwa aktor dan aktris yang tergabung di dalamnya pasti pemarah semua. Nah, jika Anda belum sempat menontonnya, masih belum terlambat karena drama ini baru tayang pada 18 Maret 2016 lalu, dan ditayangkan hanya pada Jumat dan Sabtu pukul 20:30.

Turut memberi warna pada drama Korea "Ms. Temper and Nam Jung-gi" ini adalah aktris cantik yang baru saja menjadi seorang ibu, Lee Yo-won. Ia menjatuhkan pilihan pada drama yang ditayangkan stasiun televisi jTBC ini setelah melihat sosok yang akan ia perankan. “Rasa ingin tahu saya akan kemampuan saya dalam menjalankan peran dengan tingkat kesulitan tinggi, membuat saya memilih peran ini,” paparnya lugas. Peran apakah yang diterimanya itu? Ia memerankan seseorang bernama Fire Da-jeong, yang berprofesi sebagai manajer termuda di kantornya. Ia terkenal dengan temperamennya yang tinggi.

Beradu peran dengannya adalah Yoon Sang-hyeon. Tidak diragukan lagi, Sang-hyeon pasti dapat mengimbangi peran Yo-woo. Dalam drama ini, ia berperan sebagai kepala divisi marketing yang terlalu sabar dan baik hati bernama Nam Jeong-ki, hingga dijuluki sebagai “duta UNICEF” atau “Father Teresa”. Ia berlaku sangat lembut kepada semua orang meskipun orang lain tak memperlakukannya demikian, terutama Da-jeong.

 

 

Saking sabarnya, Da-jeong sering naik pitam dengan ulahnya itu, karena bersikap terlalu sabar bukanlah sesuatu yang harus terus menerus dilakukan dalam segi bisnis. “Perbedaan karakter 180 derajat dengan rekan sekantor adalah peran yang sangat menantang buat saya,” papar Sang-hyeon.

Tapi, bisa jadi kehadiran anggota K-Pop 2PM, Hwang Chan-seong, yang paling dinanti kehadirannya oleh penggemarnya. Chan-seong sempat absen selama 2,5 tahun, setelah terakhir kali bermain dalam drama "Drama Special - Your Noir" (2013).

Kali ini, ia berperan sebagai Nam Bong-ki, adik dari Jeong-ki, sosok sok tahu dan pengangguran pula. Tapi, ia menyukai hal ini karena ia berpedoman bahwa orang muda itu harus bersenang-senang dan tak perlu khawatir akan masa depan. Tapi, sang kakak masih saja sangat sabar menghadapinya.