Drakor Terbaru 2017: "Rebel Hong Gil-dong"

> Sinopsis Rebel: Thief Who Stole the People

 

Apapun judul resmi dari drama dengan judul diatas, pemirsa sudah tak sabar lagi menantikannya. Apalagi, proses syuting drama ini sudah kelar. "Rebel Hong Gil-dong" patut dinantikan. Alasan pertama adalah keterlibatan sang penulis naskah, Hwang Jin-young, yang sukses dengan drama "King's Daughter Soo Baek-hyang". Alasan kedua, naskah cantik tersebut 'diselesaikan' oleh sutradara Kim Jin-man. Kolaborasi yang amat sempurna untuk drama klasik yang juga menghadirkan aktor dan aktris pilihan. 

"Rebel: Thief Who Stole the People" tak akan terlalu lama untuk dinantikan karena Anda dapat menyaksikannya di MBC, sejak 30 Januari 2017, setiap hari Senin dan Selasa, pukul 22:00. Drama ini akan menggantikan "Night Light" yang akan berakhir pada 24 Januari 2017 dan akan ditayangkan sebanyak 30 episode. Jumlah yang cukup banyak untuk drama Korea. Bukan rahasia apabila tokoh dalam drama ini adalah karakter yang sangat terkenal di negerinya. Jika Inggris punya Robin Hood, maka Korea punya Hong Gil-dong.

 

Hong Gil-dong adalah pria yang berkarakter kuat, cerdas, namun tak punya 'nilai' di mata masyarakat. Ia hanya seorang anak dari pria bangsawan dan pasangan gelapnya, atau lebih dikenal dengan selir di masa kerajaan. Ibunya tak bisa menuntut harta dari ayahnya, karena statusnya sebagai selir. Karena itulah, Hong Gil-dong tak pernah bergelimang harta meskipun ia adalah anak kandung bangsawan.

Kehidupannya yang memprihatinkan tak membuatnya rakus harta. Sebaliknya, ia paham bahwa banyak orang yang jauh lebih tidak beruntung dibandingkan dirinya. Apalagi di wilayahnya, dimana sang raja, Yeonsangun, tak memedulikan nasib kaum miskin. Ia pun berinisiatif untuk 'beramal'.

Nah, apa yang akan diberikannya untuk amal? Dia juga orang miskin, bukan? Tentu saja, ia merampok harta orang-orang kaya, yakni bangsawan sekelas ayahnya, dan membagikan hasil rampokan tersebut bagi mereka yang membutuhkan.

Di masa tersebut, bangsawan dan politisi mendapatkan kekayaan dengan cara yang licik dan memanfaatkan tenaga rakyat jelata dengan upah yang sangat minim. Karena itulah, Robin Hood ala Korea ini menganggap bahwa orang-orang miskin di sekitarnya punya hak atas orang-orang kaya tersebut. Gil-dong tak sendirian. Ia punya pasukan yang memiliki visi dan misi yang sama, yakni mengurangi kesenjangan antara si kaya dan miskin.

 

 

Apakah tampang Hong Gil-dong sama kerennya dengan tingkat kepeduliannya? Hanya pemirsa yang dapat menilainya, melalui penampilan Yoon Kyun-sang. Soal tampang, tentu tak diragukan. Soal akting, ia sudah teruji dengan matang.

Bagaimana dengan tokoh utama wanita? Kali ini, dia bukan Marian Dubois versi Korea. Kali ini, hadirlah Chae Soo-bin, yang berperan sebagai Song Ga-ryeong. Ia adalah seorang janda yang ingin membalaskan dendam kepada sang raja, yang telah membunuh suaminya.

Aktor dan aktris lainnya adalah Kim Sang-joong (Jingbirok) sebagai ayah Hong Gil-dong yang bernama Amogae yang tidak ingin anaknya menjadi perampok ulung seperti saat itu, Honey Lee sebagai selir dari raja King Yeonsangun, yang tak pernah melupakan cinta pertamanya, Hong Gil-dong, serta Kim Ji-suk yang berperan sebagai sang tiran, raja Yeonsangun.

Yeonsangun selalu menganggap bahwa semua orang memiliki unsur kejahatan yang mereka bawa sejak lahir. Ia tak ragu membunuh siapapun yang berusaha mencegahnya untuk memiliki kekuasaan lebih besar. Menurutnya, ia punya kekuatan lebih saat melihat pertumpahan darah. Bayangkan, Kim Ji-suk tampil sebagai seorang yang bengis, meski sebelumnya ia pernah berperan sebagai guru SMU dalam "Sassy Go Go".

 

 

Satu hal yang amat menarik dari drama ini adalah unsur komedi yang kental. Sang sutradara, Kim Jin-man berujar bahwa ia tidak ingin unsur melankolis dalam drama korea terbaru 2017 ini. Drama kolosal yang 'serius', menurutnya, sangat 'membebani' pemirsa. Karena itulah, drama tentang tokoh legenda ini sarat adegan kocak, kendati tidak ada unsur slapstik disitu.

Lokasi syuting pun sama dengan lokasi syuting drama  "Jumong". Seperti kita tahu, "Jumong" sukses besar, karena inti cerita dan latar belakang lokasi syuting yang ciamik. Akankah 'energi' "Jumong" tertular? Kita tunggu saja.