K-Drama Terbaru 2016 "The Birth of a Married Woman"

 

Rasanya tak patut melewatkan drama komedi “The Birth of a Married Woman” yang dibintangi oleh aktris multitalenta macam Yoon Seung-ah. Sejak ditayangkan pada 9 Desember 2016 di SBS Plus dan Naver TV Cast, drama ini mendapat perhatian banyak orang kendati penayangannya hanya pada hari Senin dan Kamis, pukul 10:00 pagi. Jika Anda belum sempat menyaksikannya, tentu sudah sedikit terlambat, meskipun tak ada alasan untuk menunda lagi karena drama ini hanya memiliki 10 episode saja.

Dalam drama Korea ini, Yoon Seung-ah berperan sebagai seorang gadis bernama Yeong-hee. Ia adalah gadis lajang yang hampir berusia 30 tahun.  Tak ada masalah dengan hal ini, karena banyak perempuan yang belum tertarik untuk menikah hingga usia tersebut. Tetapi, ia memiliki kekhawatiran tersendiri, terkait dengan kultur dan gunjingan orang lain.

 

Yeong-hee pun ‘memaksa’ sang kekasih untuk segera menikahinya karena ia menganggap bahwa dirinya sudah terlalu tua untuk tidak segera memulai kehidupan baru bersama dengan suami. Kekasihnya, Cheol-soo yang diperankan oleh aktor beken Lee Joon-hyeok, merasa bahwa ia adalah seorang pemenang karena pihak wanita yang memaksa dirinya untuk segera mengakhiri masa lajang.

Cheol-soo sendiri adalah pria yang tak pernah berganti-ganti pacar dan sebenarnya ia juga tak siap untuk segera menikah. Terlepas dari usia yang sudah mencapai lebih dari 30 tahun.

Keduanya pun sepakat untuk menikah dan berencana untuk mewujudkan pesta pernikahan yang romantis dan mengesankan. Tanpa ba bi bu, mereka langsung menyewa jasa “Wedding Organizer”. Kita bisa menebak berapa biaya yang harus dihabiskan melalui jasa penyelenggara pesta. Hal serupa juga membuat pasangan kekasih tersebut di atas galau. Kegalauannya tentu karena soal biaya.

 

Tak mau menyerah, keduanya sepakat untuk mengatur sendiri pernikahan mereka. Kesepakatan ini diambil dengan kemauan untuk menggunakan tabungan mereka masing-masing. Namun, pemirsa jangan senang dulu karena ternyata tabungan keduanya sangatlah sedikit, terutama jika untuk menggelar sebuah pesta pernikahan.

Kekacauan pun terjadi karena mereka nekad ingin menggelar pesta pernikahan. Mereka sepakat menggunakan sedikit ide dari penyelenggara pernikahan, dan mengadopsinya dengan cara mereka sendiri, sesuai dengan biaya yang mereka miliki. Tentu kita bisa bayangkan bagaimana rumitnya mengatur hal tersebut. Pastinya, ada hal-hal menggelikan yang terjadi selama proses tersebut. 

Hal ini dikarenakan Yeong hee yang selalu punya fantasi indah saat menjadi pengantin wanita. Tetapi, ia harus mengubur keinginannya dalam-dalam, karena fakta yang harus ia hadapi adalah minimnya biaya yang ia miliki untuk mewujutkan fantasinya.

 

 

Tak menyerah, ia pun berkonsultasi dengan grup komunitas online bernama “Married Woman Avengers”. Grup ini berisi tentang curahan hati, opini, nasehat sekaligus komentar terkait dengan pernikahan, keluarga, dan tentunya biaya yang harus dikeluarkan bagi siapapun yang ingin menikah.

Masalah yang dihadapi oleh pasangan ini ternyata bukan hanya biaya. Seperti halnya kultur di Indonesia, para orang tua dari calon pengantin di Korea Selatan juga terlibat dalam perencanaan pesta pernikahan.

 

Perselisihan paham antara calon besan menjadi bumbu komedi dalam drama ini. Adu pendapat mewarnai proses rencana pernikahan ini dan menjadi hiburan tersendiri bagi pemirsa. Sang calon pengantin pun makin bingung.

Parahnya, Cheol-soo bukanlah seorang pria yang cepat mengambil keputusan dan dapat diandalkan pendapatnya. Apalagi, Cheol-soo tidak terlalu tertarik dengan rumitnya persiapan pernikahan. Tentu saja, kedua calon pengantin ini tak henti-hentinya cek cok karena berbeda pendapat dan keinginan.

Secara tidak langsung, drama “The Birth of a Married Woman” mengajarkan bahwa pernikahan bukanlah hal yang harus dianggap serius. Jika tak ada pengertian antara kedua calon pengantin, percekcokan tentang hal kecil pun bisa membatalkan pernikahan itu sendiri.

“The Birth of a Married Woman” disutradarai oleh Lee Jeong-hoon-Il, dan Choi Do-hee sebagai penulis naskahnya. Drama ini mulai ditayangkan 6 Desember 2016 di Naver, dan 9 Desember 2016 di SBS Plus.