Three Kingdom Wars - Imjin War 1592 (2016)

Sutradara: Kim Han-sol, Park Seong-joo

Naskah: Kim Han-sol

 

Drama ini hadir bagi mereka yang sangat menyukai drama kolosal. Sutradara Kim Han-sol dan Park Seong joo seolah memahami bahwa serbuan drama dengan genre komedi, keluarga dan romansa bisa jadi membangkitkan titik jenuh pemirsanya. Apalagi, drama Korea terbaru ini juga menghadirkan nama-nama kondang yang merupakan aktor senior di Korea Selatan.

Sekedar info saja, Imjin War yang terjadi di tahun 1592 hingga 1598. Perang ini melibatkan negara Jepang, yang menginvasi Korea, meskipun dinasti Joseon Korea dibantu oleh negara Cina yang saat itu dipimpin oleh dinasti Ming. Saat itu, pasukan Jepang diperkuat oleh 158.000 samurai serta pelaut (invasi tahun 1592) serta 141.000 orang di invasi tahun 1597.

Sedangkan Korea diperkuat oleh tentara nasional sebanyak 172.000 orang serta lebih dari 20.000 sukarelawan. Sementara itu, pasukan dari dinasti Ming Cina terdiri dari 43,000 tentara kerajaan di tahun 1592, dan meningkat menjadi 90.000 tentara di tahun 1597. Perang ini dimenangkan oleh Korea dan Cina, dimana Korea menguasai perang di lautan.

 

 

Dari kisah tersebut, para pemirsa sempat penasaran bagaimana drama “Three Kingdom Wars - Imjin War 1592” bakal hadir dengan kesan mendalam jika hanya ditayangkan selama lima episode di KBS. Akhir pekan di penghujung September merupakan episode final yang paling dinantikan para penggemar drama ini. Hal ini dikarenakan banyak sekali hal-hal seru dan unik, yang selama ini tak diketahui oleh para pemirsa, terutama kaum muda.

Sinopsis Three Kingdom Wars berhasil membuat pemirsa kembali ingin membuka lembaran sejarah masa lalu. Terlebih, saat mereka tahu bahwa pembangunan Turtle Ship dengan ukuran raksasa dapat diselesaikan sehari sebelum perang Imjin?

Tidak hanya itu, para pemirsa bisa dengan mudah mengingat fakta sejarah yang terkait dengan tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya, semua insiden yang terjadi sedetil-detilnya, suasana perang di era Joseon, serta dialog-dialog yang didasarkan pada dokumen bersejarah. Yang lebih mengasyikkan, drama ini menunjukkan banyak sekali kejadian dalam sejarah Korea, yang sebelumnya tak dipelajari dalam pelajaran sejarah di sekolah.

 

Sang sutradara tentu tak gegabah dalam memilih aktor-aktor pendukung dalam drama fenomenal macam “Three Kingdom Wars”. Salah satu pemeran utamanya adalah Choi Soo-jong, yang berperan sebagai Yi Sun-shin. Seperti yang sudah diceritakan di atas, Korea menang karena pasukan angkatan laut yang tangguh, dimana perang ini dipimpin oleh jenderal Yi Sun-sin.

Ia tidak hanya disegani oleh komandan perang dari Cina, tetapi sangat ditakuti oleh pemimpin pasukan Jepang, yakni Toyotomi Hideyoshi. Toyotomi Hideyoshi diperankan oleh Kim Eung-soo. Panglima perang Jepang ini bukan hanya ahli strategi, tetapi juga samurai ulung.

 

Pemirsa juga diajak untuk lebih mengenal dua tokoh yang tak terlalu ‘dikenang’ yakni komandan kapal Turtle Ship serta pembuatnya. Sang komandan adalah Lee Gi-nam, yang diperankan oleh Lee Cheol-min, dan sosok brilian yang menciptakan kapal tersebut adalah Na Dae-yong, yang diperankan oleh Jeong jin.

Seperti umumnya drama kolosal, Three Kingdom Wars juga menghabiskan dana yang sangat besar, dimana drama ini diproduksi oleh dua negara, yakni Korea Selatan dan Cina. Para pemeran pendukung pun jauh lebih banyak ketimbang drama-drama pada umumnya.

Selain nama-nama tersebut di atas, “Three Kingdom Wars” juga menghadirkan aktor-aktor seperti Jo Jae-wan, Baek Bong-gi, Hiromitsu Takeda, Son Jong-Hak, Park No-sik, Park Dong-ha, Park Song-tech dan banyak lagi.