Sinopsis "Suited Gentlemen in Yanggye-dong" a.k.a "Laurel Tree Tailors" (13 Agustus 2016)

Mana sebenarnya yang lebih seru, drama bertema keluarga atau drama percintaan?

Di Korea Selatan, keduanya mendapat tempat istimewa bagi para pecintanya. Di negeri tersebut, rating tinggi justru diraih oleh drama dengan tema keluarga, karena orang-orang Korea sangat memerhatikan pentingnya waktu berkualitas dengan keluarga. Drama percintaan, justru lebih sering ditayangkan pada jam-jam yang lebih malam. Sedangkan drama keluarga, paling banyak dihadirkan di jam tayang utama.

Tak terkecuali drama Korea terbaru dari sutradara Hwang In-hyeok, berjudul “Suited Gentlemen in Yanggye-dong” atau yang juga dikenal dengan judul "Laurel Tree Tailors". KBS menghadirkannya mulai 13 Agustus mendatang. Tak tanggung-tanggung, drama ini ditayangkan pada hari Sabtu dan Minggu pada pukul 19:55. Sudah bisa ditebak, bahwa drama ini memang sengaja dihadirkan di waktu sedemikian, untuk meraih rating tinggi.

 

Lee Dong-gun kembali ke layar kaca! Kabar santer yang sempat terdengar adalah ia bersemangat saat mendapat tawaran untuk membintangi “Laurel Tree Tailors”, drama yang akan ditayangkan di KBS di akhir pekan.

Memang, saat itu, sang manajer tak serta merta mengiyakan persetujuan Dong-gun untuk menjadi pemeran utama dalam drama Korea ini. Tetapi, ia juga tidak menyatakan penolakan, karena ia berkata bahwa Dong-gun menerima tawaran ini secara positif. Terbukti, Dong-gun akhirnya menyetujui tawaran ini, sekaligus membangkitkan rasa sukacita para penggemarnya.

Namun tidaklah berlebihan apabila drama ini ‘berharap’ mendapatkan atensi tinggi dari para pemirsa, terutama dari segala usia dan gender. Pemirsa diajak untuk menikmati kehidupan seorang mantan penjahit, yang sudah sukses mengarungi kerasnya kehidupan, bersama dengan istri tercinta. Suka duka dirasakan bersama, serta kesuksesan dan kegagalan ditunjukkan dengan gamblang sehingga para pemirsa dapat merasakan bagaimana seseorang meraih sukses.

 

 

“Laurel Tree Tailors” merupakan drama terbaru yang menceritakan tentang sebuah keluarga yang menjalankan bisnis jahitan. Bukan sekedar memiliki beberapa mesin jahit, tetapi perusahaan ini merupakan perusahaan garmen yang sangat besar. Ya, memang sesuai judul di atas. Dong-gun digadang-gadang menjadi putera tunggal dari pemilik bisnis ini, dimana ia menjadi presiden direktur.

Kalau dilihat dari tampangnya, Dong-gun pantas memerankan karakter seorang pria perfeksionis yang terlihat aristokrat, cerdas, lugas dan tak mudah percaya kepada orang lain. Maklum, namanya saja pemilik perusahaan besar. Terlalu mudah menaruh kepercayaan kepada sembarang orang tentu bisa fatal akibatnya. Dong-gun, pada dasarnya, memiliki sorot mata dingin dan tajam. Bisa dibilang, ia pantas memerankan sang presiden direktur yang angkuh.

 

Tokoh sentral dalam drama ini adalah Cha In-pyo and Ra Mi-ran. Mereka berdua berperan sebagai sepasang suami istri bernama Bae Sam-do dan Bok Seon-nyeo. Bae Sam-do, sang suami, adalah mantan penjahit yang bekerja untuk Wolgyesoo (Laurel Tree) Tailor.

Ia bukan sekedar seorang penjahit di masa mudanya, namun ia adalah seorang penjahit sukses yang terkenal di seantero Seoul. Hasil simpanannya selama masih muda membuatnya sukses membuka restoran ayam goreng, yang tak kalah gemerlap di masa tuanya.

Tentu saja, seorang pengusaha sukses adalah seseorang yang pasti sangat tegas terhadap bawahan dan disiplin dalam menerapkan aturan. Ia juga punya karakter keras, dimana para bawahan tak dapat bersikap seenaknya. Hal ini memberi aura positif dalam perusahaan, karena ia masih dapat bersikap adil dan obyektif.

Uniknya, sesukses apapun dia, seberapapun wibawanya tak tergoyahkan di mata anak buahnya, ia tetap tak bisa berkutik kalau sang istri sudah berbicara. Yah, istilahnya suami takut istri lah. Sang istri, Bok Seon-nyeo memang posisinya sebagai direktur dalam restoran ayam goreng tersebut. Ia yang memegang kendali penuh atas suaminya.

 

 

Di episode-episode awal, bersiap-siaplah gemas karena ia terlihat seperti layaknya pemilik usaha yang pelit dan kikir. Namun, nantinya, para pemirsa dapat melihat, bagaimana dia sebenarnya peduli kepada karyawan dimana kesejahteraan mereka akan meningkat apabila semuanya bersikap disiplin. Si istri ini sangat jujur dan peduli kepada semua karyawannya. Tak heran, tidak ada satu karyawan pun yang berani mencurangi kedua majikan yang berhati mulia ini. 

 

Sang sutradara sengaja menghadirkan drama yang menyentuh hati dan memberi banyak pelajaran kepada para pemirsa. Pasangan suami istri tersebut tidak hanya membuat para pemirsa tertawa, tetapi juga terharu. “Suited Gentlemen in Yanggye-dong” menghadirkan hiburan berkualitas dan kekuatan karakter kedua tokoh utama ini.

Sangat tepat pemilihan karakter bagi Cha In-pyo. Dua dekade ia melakoni seni peran dan aktif pula di dunia tarik suara. Terakhir kali kita melihatnya sebagai Minister Koo Ja-Hyuk, dalam drama seri “D-Day”. Kalau dalam drama tersebut, kamu mengagumi kematangan aktingnya sebagai seorang pejabat berwibawa, kali ini kamu pasti tertawa melihat ekspresinya yang ciut saat harus berhadapan dengan sang istri, namun kagum saat ia harus mengambil keputusan sulit untuk badan usaha yang ia miliki.

 

Pengalaman In-pyo di layar lebar pun tak terhitung banyaknya. Terakhir kali ia membintangi “Seoul Searching”. Film ini diikutsertakan dalam “Sundance Film Festival” dan berhasil menuai banyak pujian. Film dengan genre komedi ini menghadirkan sekelompok remaja Korea dan kehidupan mereka dengan latar belakang tahun 80an. 

 

 

Ra Mi-ran pasti dengan mudah dapat mengimbangi kematangan akting In-pyo. Aktris kelahiran 6 Maret 1975 ini juga sudah berkecimpung di dunia  hiburan sejak lebih dari sepuluh tahun lalu. Ia tak pernah puas dengan kemampuan beraktingnya, dan ia merasa belum menjadi apa-apa selama lima tahun sejak ia mulai aktif di dunianya ini.

 

Menjadi sangat selektif dalam memilih peran ternyata menghasilkan kemampuan akting prima, dimana dia ‘baru’ mendapatkan penghargaan pada Busan International Film Festival sebagai Aktris Terbaik dalam film “Dance Town.”

Ia juga memborong gelar sebagai Aktris Pemeran Pembantu Terbaik dalam film “Hope” di tiga ajang internasional sekaligus pada tahun 2013 dan 2014. Tentu saja, wajahnya masih belum lama absen dari layar kaca, sejak terakhir kalinya ia menjadi salah satu pemeran utama dalam “Please, Come Back Mister” yang baru saja usai 

Ra Mi-ran juga baru saja membentuk sebuah girl band bernama “Unnies”, dimana lagu perdananya diperkenalkan pada 1 Juli 2016 kemarin melalui acara favoritmu “Music Bank” di KBS.

 

 

Tentu saja, drama korea terbaru ini menjadi lebih greget dengan kehadiran para pemeran lainnya seperti Lee Dong-geon, Jo Yoon-hee, Sin Goo, Oh Hyun-kyeong, Hyeon woo dan Ji Seung-hyeon. Memang, tidak ada yang lebih bikin penasaran selain menantikan drama bertabur bintang, dan dapat disaksikan oleh seluruh anggota keluarga tercinta.

 

Namun, kita patut yakin kalau “Laurel Tree Tailors” tak sekedar mengandalkan tampang para tokoh utamanya. Jika si penulis naskah, Gu Hyun-sook, sudah teruji kreatifitasnya seperti yang ia tunjukkan dalam drama “Legendary Witch” dan “Hundred Year Inheritance”, tentu kita bisa berharap akan mendapat tayangan berkualitas kali ini. Apalagi, sutradara kenamaan Hwang In-hyuk, ada di belakang layar. Beberapa drama yang sukses lahir dari tangannya adalah “Assembly”, “Myung-wol the Spy”.

Paling tidak, penantian para penggemar setelah melihat beberapa poster yang sering ditayangkan di berbagai situs hiburan drama Korea bisa menjadi kontributor rating tinggi untuk drama yang akan menggantikan “Five Children”. Meski “Five Children” juga memiliki rating tinggi, bisa jadi “Laurel Tree Tailors” bisa melampauinya. Kita tahu persis bahwa hampir semua drama akhir pekan KBS selalu memiliki rating tinggi, bukan?