Sinopsis "The Legend of the Blue Sea" (November 2016)

Kisah legenda tidak akan lagi membosankan jika diunggah menjadi sebuah drama, apalagi jika berupa drama Korea terbaru yang lahir dari tangan sutradara berpengalaman, yang memilih aktor dan aktris dengan popularitas luar biasa. Legenda puteri duyung mungkin sudah biasa kita dengar, dengan versi layar kaca yang berbeda-beda. Hampir semua negara memiliki legenda seperti ini.

Korea Selatan pun memiliki kisah legenda tentang puteri duyung yang dilepaskan kembali ke laut oleh nelayan yang sudah menangkapnya. Cerita tentang puteri duyung ini disadur dari sebuah buku kumpulan legenda ternama, berjudul 'Eaou Yadam'. Dari buku tersebut, diceritakan bahwa seorang kepala dusun dari wilayah pemukiman nelayan bernama Hyupgok yang bernama Kim Dam-ryung.

Sebagai kepala dusun yang dianggap sebagai orang paling cerdas serta bisa memberikan keadilan bagi warganya, ia punya tanggung jawab untuk melepaskan puteri duyung yang sempat ditangkap oleh seorang nelayan. Nelayan tersebut tidak memperlakukan sang puteri duyung dengan baik, dan justru mengeksploitasinya untuk mendapatkan keuntungan. Bisa ditebak, kisah ini berlanjut dengan asmara antara sang kepala dusun yang adil tersebut yang jatuh cinta kepada sang puteri duyung.

Sutradara Jin Hyeok akan menghadirkan kisah ini dalam plot cerita yang lebih istimewa, oleh aktor dan aktris yang sudah memiliki seabreg penggemar yang siap menjadi penyumbang rating tinggi untuk K drama yang akan ditayangkan pada bulan November 2016 ini di SBS. Rencananya, The Legend of the Blue Sea akan ditayangkan pada hari Rabu dan Kamis, pukul 22:00.

 

 

Menurut sang sutradara, saat jumpa pers peluncuran drama ini di SBS, tidak sulit mengajak aktor dan aktris senior tersebut. Min-hoo dan Ji-hyeon langsung menerima ajakan sang sutradara, karena mereka menganggap bahwa drama Korea ini memiliki keunikan tersendiri, dimana permainan watak sangat diperlukan.

Tetapi, apakah hanya karena alasan tersebut, maka dua selebriti tersebut diatas serta merta menerima tawaran main dalam film legenda ini? Salah satu sumber dari rumah produksi di China—dimana drakor ini dibuat berdasarkan kolaborasi dari China dan Korea Selatan—baik Min-ho dan Ji-hyeon mendapatkan bayaran sebesar kurang lebih USD500,000 untuk setiap episodenya. Nilai yang sangat ‘WOW’, meskipun rumor yang beredar menyebutkan bahwa honor yang mereka dapatkan justru jauh lebih besar.

Masuk akal juga sih, mengingat popularitas keduanya memang tak perlu diragukan lagi. Siapa tidak ingat Jeon Ji-hyeon? Perannya dalam “My Love from the Star”, menjadi buah bibir dari semua penggemar drama Korea di seluruh Asia. Sejak itu, karirnya melejit, seiring dengan pendapatannya, tentunya.  

Kalau Lee Min-ho? Tentu kamu yang paling bisa menjawabnya. Ia tidak hanya dikenal sebagai pria tertampan di benua Asia, tetapi juga punya talenta berakting luar biasa. Buktinya? Penampilannya di “The Heirs” sudah cukup menjadi jawaban.

 

 

Tidak hanya itu, Lee Min-ho juga berhasil membawa pulang gelar sebagai Aktor Film Terbaik di Asia dari ajang Weibo Movie Night pada  15 Juni 2016 lalu. Penghargaan ini diberikan kepada aktor yang punya peran penting dalam banyak film yang sangat fenomenal di Asia, terutama di China. 

Dan tentu, Min-ho pantas mendapatkannya. Bahkan, penampilannya yang sudah ditunggu penggemarnya di film layar lebar “Bounty Hunters”, sudah menjadi topik terhangat di sosial media yang terkait dengan namanya. Dalam film ini, ia berupaya keras untuk mempelajari budaya dari negeri China, dan juga menyesuaikan diri dengan kultur negeri tersebut demi perannya itu.

Pihak Weibo mengomentari penghargaan yang diberikan kepada aktor kelahiran ini, dimana ajang penghargaan Weibo Movie Night adalah ajang dimana para produser film dan pengaruh film yang mereka produksi ditinjau dengan seksama oleh situs pengamat film terbesar di China itu.

“Lee Min-ho sudah menjadi aktor paling berpengaruh di Asia, dan ia pun terpilih oleh para pemirsa film di China, Korea, Hongkong dan hampir semua penggemarnya di seantero Asia,” begitu kutipan dari siaran pers dari Weibo.

"Lee Min-ho tidak hanya terkenal karena tampang, tetapi juga talenta, serta kerja kerasnya untuk mendobrak batasan tradisi demi menjalani perannya di salah satu film dengan budget tinggi di China, ‘Bounty Hunters’.”

 

 

Disutradarai oleh Sin Tae-ra, “Bounty Hunters” bukan hanya film kolaborasi antara rumah produksi China dan Korea Selatan. Film ini merupakan contoh aktual dari film Asia dengan kualitas Hollywood. Bahkan, film ini juga menjadi salah satu film undangan di ajang Cannes International Film ke 69 dan juga Beijing International Film Festival. “Bounty Hunters” sudah ditayangkan di China dan Korea Selatan pada hari pertama bulan Juli 2016 lalu.

Popularitas Lee Min-ho juga ditunjukkan oleh para penggemarnya, yang mendonasikan 11,86 juta won di hari ulang tahunnya pada 22 Juni kemarin!

Wah, jangan buruk sangka dulu. Para penggemar ini bukan mendonasikan uang tersebut kepada si aktor, tetapi untuk yayasan Halt Children, yang menyantuni keluarga miskin yang biasanya hanya terdiri dari ibu dan anak-anak.

Jangan dikira kalau fans Lee Min ho ini hanya dari Korea, tetapi juga dari Chili, Thailand dan Jepang. Donasi tersebut tidak hanya berwujud uang, tetapi juga vaksin polio serta alat-alat tulis dimana semuanya itu disalurkan melalui perwakilan UNICEF di Korea.

Kita tunggu saja, bagaimana serunya “The Legend of the Blue Sea”, meski kamu masih harus bersabar hingga kurang lebih dua bulan lagi.