Sinopsis "The Legendary Shuttle" (Juli 2016)

Munculnya Lee Ji Hoon-I di layar kaca memang cukup sering. Tentu saja hal ini sangat memuaskan para penggemarnya. Bahkan, Ji Hoon juga masih akan hadir kembali dalam sebuah drama Korea terbaru berjudul “The Legendary Shuttle” di bulan Juli ini. Sayangnya, drama yang akan ditayangkan di KBS ini hanya akan memiliki satu episode saja.

Tapi tak apalah, daripada tidak melihat aksi pria kelahiran 27 Maret 1979 ini lagi, mending kita menantikan saja bagaimana keseruan yang akan ia hadirkan dalam drama yang disutradarai oleh Kim Dong Hwi ini.

Drama dengan satu episode ini bertajuk spesial, karena tak biasanya KBS menghadirkan drama satu episode. Namun, sebagai salah satu stasiun televisi yang konsisten menayangkan drama-drama berkualitas dengan potensi rating tinggi, KBS sangat yakin bahwa “The Legendary Shuttle” mampu meraih penonton dalam jumlah besar untuk sekali tayang tersebut.

Terbukti, KBS berani menayangkannya dalam waktu dekat, dimana terdapat banyak sekali drama dengan genre romansa dan komedi, genre yang paling disuka oleh mayoritas penonton drama Korea.

 

 

Lee Ji-hoon-I akan berperan sebagai seorang siswa sekolah swasta super mahal yang berlokasi di Busan, dengan murid-murid yang tentu berasal dari keluarga kaya. Sebagai seorang anak dari orang tua yang pas-pasan, tentu saja, Jo Tae-woong, peran dari Ji-hoon-I ini, tidak mungkin bisa bebas dari kekerasan. Dia memang tidak sendirian.

Ada beberapa anak yang terpaksa harus mematuhi perintah dari geng tertentu yang suka memaksa anak-anak miskin untuk menjalankan perintah ketua geng. Namun, Tae-woong punya nyali. Ia tak gentar, meski harus menemui hal-hal yang tidak menyenangkan.

Meski hanya satu episode, tetapi drama ini tidak lantas hanya menceritakan bagaimana perjuangan Tae-woong dalam menghadapi para anggota geng yang semena-mena itu. Dalam perjalanan hidupnya melewati masa kanak-kanak dan remaja yang penuh perjuangan, Tae-woong tak terlalu merasa kesulitan dengan kerasnya persaingan dalam mencari kerja.

Meski tidak mudah, akhirnya ia bisa sukses menjadi kepala sekolah, di sekolah swasta tempat ia dulu mengalami ragam penghinaan. Selanjutnya tentu bisa ditebak, bagaimana ia nantinya akan menjadi kepala sekolah yang bijaksana, dimana tidak ada lagi anak-anak yang mengalami kekerasan dan penghinaan karena status sosial.

 

Keunikan drama ini terletak pada alur cerita yang tidak melulu menampilkan bagaimana sosok yang mengalami ‘bullying’ lantas merasa depresi. Atau adanya kisah asmara di sekolah, dimana sang pelaku ‘bullying’  jatuh cinta dengan korban.

Cerita klise ini sering sekali terjadi pada drama-drama Korea, yang biasanya menghadirkan tema tentang kehidupan di sekolah, terutama tingkat sekolah menengah pertama dan atas. Kita sempat ingat drama “Boys Before Flowers” yang secara klise menggambarkan bagaimana seorang ketua geng sampai ‘insyaf’, hanya gegara jatuh cinta.

Setelah suksesnya “Boys Before Flowers”, drama dengan ‘tema bullying’ seolah menjadi idola. Menyusul kemudian “Playful Kiss”, “Sassy, Go-Go”, “Secret Campus” dan banyak lagi. Memang, kesemuanya itu tak memiliki detail cerita yang berbeda, tetapi pada dasarnya, semua sekolah memiliki sekelompok orang yang punya kuasa, tetapi takluk dengan yang namanya cinta. Dan, orang-orang yang mengalami kekerasan tak memiliki upaya untuk bisa berjuang dan keluar dari penderitaan mereka.

Pada dasarnya, sang sutradara ingin mengubah pola pikir para orang tua konvensional, yang menganggap bahwa sekolah adalah tempat menuntut ilmu, dimana anak-anak hanya akan berkutat dengan segala sesuatu yang bersifat akademis. Padahal, sekolah juga merupakan ajang dimana seorang anak harus beradaptasi dengan lingkungannya, dan belajar untuk dapat bertahan demi harga diri.

 

 

Atas alasan inilah, Lee Ji-hoon-I merasa sangat tertantang, yang berjuang keras untuk dapat menjadi ‘seseorang’. “Peran dengan karakter unik ini membuat saya tertantang, dan atas alasan itulah saya langsung menerima tawaran ini,” begitu ucapnya saat jumpa pers peluncuran drama satu episode ini. Tentu bukan masalah besar bagi Ji-hoon-I untuk dapat beradaptasi dengan peran-peran yang berbeda, karena ia sudah mulai berkutat di dunia seni peran sejak tahun 2006.

Selain Lee Ji-hoon I,  Seo Ji-hoon juga akan tampil dalam drama ini. Belum jelas, peran apa yang akan dia dapatkan, tetapi, ia berharap bahwa ia dapat mengimbangi akting dari rekan mainnya yang lebih senior, Ji-hoon I. Menurutnya, drama ini bisa menjadi pengalaman yang sangat berharga baginya. Sebelumnya, ia membintangi drama “Signal” yang ditayangkan di tvN. 

Belum ada informasi lebih lanjut tentang siapa saja pemeran-pemeran lainnya dalam drama “The Legendary Shuttle”, terutama untuk para aktrisnya. Hal ini berarti, drama Korea terbaru 2016 ini masih baru dapat dinikmati di pekan-pekan terakhir di bulan Juli.

Namun jangan khawatir. Paling tidak, kehadiran dua aktor beken Lee Ji-hoon I dan Seo Ji-hoon sudah membuat banyak penggemar K drama penasaran. Apalagi, mereka berdua tampil sebagai dua pemeran utama. Apakah kamu salah satu dari penggemar mereka?